Wednesday, March 2, 2011

vendor

Dekorasi
Dari seluruh hal yang dipersiapkan dalam pernikahan, saya paling concern dan semangat dalam hal dekorasi. Mungkin karena latar belakang arsitek dan minat saya yang besar pada desain. 
Yang saya lakukan adalah melihat daftar vendor dekorasi serta hasil karyanya *tentunya yang saya suka*, dari majalah, browsing dari internet, www.weddingku.com, dan melihat pernikahan teman. Kemudian menghubungi via telepon atau e-mail satu persatu, memilah-milah mana yang kira-kira masuk budget, lalu mengatur waktu untuk meeting. Lewat meeting itu, saya sudah membawa tema yang saya inginkan, image-image yang saya suka (kliping saya :D), serta ide layout ruangan yang sudah saya desain. Kemudian saya mencoba bertukar pikiran, tanya pendapat, lalu bagaimana desain mereka bisa diaplikasikan. Dan nggak lupa, meminta penawaran harga yang sesuai dengan budget saya. Dan nggak lupa, meminta penawaran harga yang sesuai dengan budget saya.

sketsa desain layout saya



Setelah beberapa kali meeting dengan beberapa vendor, akhirnya kami memutuskan Rolas Decor (rolas decor gallery) untuk dekorasi resepsi dan Amazing Grace (www.amazinggracewo.blogspot.com) untuk dekorasi Gereja. 
Rolas Decor sangat cocok dengan konsep acara pernikahan kami karena melihat portfolionya, Rolas Decor memiliki properti yang mendukung, taste rangkaian bunga yang bagus, sangat mudah diajak bekerja sama serta tepat waktu.
Amazing Decor juga sudah berpengalaman dalam hal dekorasi gereja, karena ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam hal mendekor Gereja Katolik, misalnya bunga tidak boleh menutupi altar, di atas meja altar tidak boleh ada bunga, dll.

salah satu portfolio rolas decor yang sesuai konsep acara kami


++
Ada 1  ‘penelitian’ yang pernah saya lakukan, bagaimana rangkaian bunga bisa menjadi bagus. Kuncinya adalah proporsi bunga harus lebih banyak daripada daun  
Dokumentasi

Memilih fotografer (dan videografer) cukup sulit buat saya. Pertama, karena saya harus meminta pendapat/persetujuan calon suami dan papa. Kedua, banyak sekali vendor fotografi yang menurut saya hampir mirip kualitasnya *untuk budget saya*. 
Pada waktu itu kami memfokuskan pada paket untuk 2 hari dengan fotografer minimal 2 orang dan videografer minimal 1 orang, dan lebih mengutamakan kualitas dibandingkan kuantitas album. Karena menurut kami, album bisa dicetak sendiri pasca pernikahan.

Akhirnya saya membuat tabel komparasi, peringkat sesuai penilaian saya, papa, dan calon suami. Tentu saja saya juga meminta masukan tambahan dari teman-teman saya yang ahli di bidang fotografi, thanks to dodo & hendra. 
Dan akhirnya kami memilih, Handy Wijaya Photography (www.handysoediro.com). Kami menyukai angle, momen, dan hasil olahannya. Kami juga melihat contoh layout album Mas Handy, yang menurut kami juga menjadi parameter. Mas Handy berdomisili di Surabaya, walaupun begitu mas Handy sangat mudah diajak bekerja sama dengan juga menyempatkan diri berkoordinasi di Jakarta. 
Selain itu, kami juga memilih teman kuliah saya, Kurniadi Widodo (kurniadi.widodo@gmail.com) untuk khusus foto candid selama acara di gereja dan resepsi karena saya suka sekali hasil karya Dodo untuk foto candidnya.

Undangan
Untuk undangan, saya mengucapkan banyaakkk terima kasih atas hadiah pernikahan dari teman saya, antya (antya.duhita@gmail.com) karena udah rela lembur-begadang dan cape-cape mendesain, merevisi, dan dikejar-kejar saya. J Tapi kami puas dan suka sekali!!!

designed by antya, photographed by reza andika
Beberapa tips :

  • Pilihlah font yang mudah dibaca (jenis dan ukuran)
  • Buatlah peta lokasi sesederhana mungkin
  • Untuk isi undangan tergantung masing-masing, namun kami sepakat membuatnya sesingkat dan sesederhana mungkin
  • Jangan lupa memeriksa dengan teliti pengejaan nama, jarak spasi dan paragraf, dll. Check print berkali-kali untuk memastikannya
Saya memang agak terlalu mepet dalam mengurus undangan, karena ternyata ngga segampang itu, kita harus mengajukan desain, dibuat mock up, revisi ini dan itu, tunggu revisi mock up, kalau ada yang belum benar, revisi lagi dan menunggu revisi mock up lagi. Dan memakan waktu minimal 1 minggu per revisi. Dan saya lupa ada libur lebaran. Dan saya lupa juga banyak yang harus dikirim ke luar kota. 
Apalagi harus diperiksa satu persatu pasca dicetak, print label undangan, tempel satu persatu, memasukkan ke dalam plastik satu persatu, dan dikirim satu persatu. Saya ngga kebayang bagaimana orang-orang yang mengundang ribuan orang itu ya? 

Jadi saran saya, rencanakanlah undangan jauh-jauh hari..

percetakan : i-creation (www.icreationcard.com)

Sound system & band
Untuk hal ini, thanks to Ginan, teman kuliah saya *yang batal jadi pianis pernikahan saya*, terima kasih sudah memberikan banyak info dan rekomendasi dan akhirnya saya bisa mendapatkan paket sound system+grand piano PUTIH dan band sesuai keinginan.

photographed by hendra kusuma
Vendor : Bulu Mata Sound System. For more information, please contact me.

MC
Saya beruntung punya banyak teman yang bertalenta. Terima kasih buat mba Liant, teman kos sewaktu kuliah, yang dulu pernah menjadi penyiar di Jogja dan sepupunya, Danar yang sekarang jadi penyiar di Hard Rock FM, Jakarta. Congratulations!
Untuk MC tradisional, saya menggunakan jasa Mas Supangat. For more information, please contact me.
Jangan lupa komunikasikan konsep acara dan susunan acara secara detail dengan MC.

Perias
Saya dan calon suami berasal dari Yogyakarta. Saya sempat berpikir untuk menggunakan 2 riasan gaya Yogyakarta yang berbeda saat acara di Gereja (siang) dan Resepsi (malam). Tapi saya pikir, kurang praktis. Akhirnya saya memilih untuk hanya menggunakan riasan Paes Ageng untuk kedua acara tersebut. 
FYI, riasan Paes Ageng sangat berat, jadi siapkan fisik, jangan lupa sarapan, supaya nggak pusing. :D
Thanks to tim tante tari donolobo, semua orang bilang saya 'manglingi' banget! :)

paes by www.taridonolobo.com, photographed by kurniadi widodo
Perias pengantin dan kedua belah orang tua : www.taridonolobo.com
Perias keluarga inti : Salon Ancha Ady, Cinere


Kebaya
Saya juga cukup semangat dalam menentukan desain kebaya yang akan saya pakai *cewek banget* hehe... Untuk acara siraman siraman dan midodareni, saya harus mempersiapkan 2 kebaya, untuk sungkeman dan untuk midodareni. *Saya akan menceritakan lebih jauh untuk acara tradisional nanti* . 
Saya mendesain sendiri kebaya sungkeman dan dipayet sendiri oleh mama, kebaya warna netral dan sederhana. Untuk acara midodareni, beruntung sekali bisa bertemu Mba Astrid, dari kebaya estrelita (facebook kebaya estrelita), dan cocok dengan kebaya desainnya yang sudah jadi : unik dan elegan. 
kebaya by kebaya estrelita, photographed by handy wijaya
Untuk acara Gereja dan resespsi, saya memilih Ancha Ady (www.anchaady.com) untuk merancang. Saya sudah mengumpulkan image-image kebaya yang saya suka, lalu mendiskusikan dengan Ancha; mana yang bagus untuk diaplikasikan sesuai postur tubuh saya. Akhirnya kebaya saya didesain dengan warna putih dan aksen emas, dengan buntut yang terpisah dari kebaya tapi seakan-akan menyatu. Keuntungannya, kebaya ini bisa dipakai lagi untuk acara lain tanpa buntut. Puas! 


kebaya by anchaady, photographed by kurniadi widodo
++
Jangan lupa fitting sampai kebaya benar-benar pas

Beskap CPP : www.taridonolobo.com
Beskap keluarga : Nies (Sanggar Aayu Busana, pondok labu)
Desain kebaya keluarga inti (siraman & midodareni) : Christina Sunario
Desain kebaya keluarga inti (Gereja & Resepsi) :  Mba Astrid (Kebaya Estrelita - facebook kebaya estrelita)

Seragam keluarga dan teman
Untuk seragam keluarga (perempuan), diputuskan menggunakan kebaya brokat. Saya, mama, calon mertua, tante calon suami, dibantu mba astrid ‘kebaya estrelita’, hunting bersama untuk memilih warna dan motif di De Moda, D’Best, Fatmawati. 
Saya suka sekali acara hunting ini, memilih warna, mencocok-cocokkan warna.. It was really fun! 
Yang kami lakukan adalah memilih tone warna yang selaras dan memilih motif bunga yang bagus untuk dijadikan kebaya brokat aplikasi tile. Karena saya menggunakan kebaya putih aksen emas, kami memilih brokat coklat tembaga untuk orang tua dan brokat peach kecoklatan untuk kakak-adik. 
Untuk keluarga besar, kami sepakat peach orange dengan tone yang lebih gelap untuk keluarga CPP dan tone yang lebih muda untuk keluarga CPW dengan motif yang sama. 
Untuk teman-teman dekat saya, saya memilih bahan chiffon, dengan warna peach dan gold.


Souvenir
souvenir by pita kado, photographed by handy wijaya
Untuk souvenir, saya menginginkan souvenir yang cocok dengan tema, dengan unsur bunga mawar. Cukup sulit dan saya akhirnya nggak sengaja menemukan souvenir yang pas saat pameran di PRJ. Kata orang, carilah souvenir yang berguna, tapi saya sudah terlanjur suka dengan ini : cute and romantic (by Pita Kado 021 8294400). Keuntungannya, bisa dijadikan elemen dekorasi juga. I love it!

souvenir siraman & midodareni by gimmix wed ding (facebook gimmix wed ding)
Beberapa hal yang perlu diperhatikan :
  • Survei sebanyak-banyaknya, karena beberapa vendor punya souvenir yang sama dengan harga berbeda
  • Pilih souvenir yang tidak bisa basi/busuk/rusak jika ingin diambil jauh-jauh hari sebelum acara
  • Siapkan kartu ucapan terima kasih souvenir dengan ukuran proporsional
souvenir by pita kado, photographed by handy wijaya

No comments:

Post a Comment